Tips Menulis Novel bagi Pemula

Ingin bercita-cita menjadi seorang penulis tapi bingung harus mulai dari mana ? maka anda sama dengan saya. Dalam hati saya menggebu-gebu ingin menjadi seorang penulis, pas mau nulis bingung mesti ngapain dan harus mulai dari mana. Hal seperti ini banyak terjadi bukan hanya pada saya, karena bingung harus mulai dari mana akhirnya tidak jadi nulis.

cara menulis novel bagi pemula


Sebenarnya menulis itu mudah hanya kita saja yang membuatnya jadi ribet, takut tulisannya jelek, takut di ketawain orang, takut tidak ada yang baca, jika kita terus berpikiran seperti itu mau kapan mulai menulis. Tulislah satu kata yang ada di kepala teman-teman apa saja bebas, kemudian kembangkan satu kata itu sampai menjadi sebuah cerita yang menarik. Menulis itu sama saja seperti kita berbicara hal yang menarik tapi kita tuangkan dalam bentuk tulisan.

Kali ini saya akan berbagi cara menulis novel bagi pemula, teman-teman bisa coba mengikuti langkah-langkah di bawah ini, saya akan coba menjelaskan beberapa hal yang mungkin teman-teman menganggap itu semua sulit  menjadi lebih sederhana dan mudah di mengerti.


Tips Menulis Novel bagi Pemula
 

1. Ciptakan mood yang baik sebelum menulis

 Mood atau suasana hati sangat berpengaruh pada hasil tulisan kita nantinya, ciptakan suasana hati yang bisa membuat kita enjoy saat menulis, setiap orang berbeda-beda cara untuk menjadikan suasana hatinya menjadi baik, misalkan ada orang dengan dia meminum kopi maka mood nya akan baik, itu bisa kita lakukan sebelum kita mulai menulis. Apa saja yang sekiranya bisa menciptakan suasana hati teman-teman menjadi enjoy, maka lakukanlah itu sebelum mulai menulis.

2. Berikan judul yang menarik

Bisa di katakan judul adalah ROH dari sebuah buku, jadi sebelum menulis tentukanlah judul yang sekiranya menarik perhatian orang. Perlu di ketahui bahwa setiap orang yang akan membaca buku yang pertama kali di lihat adalah judul, jika judul itu menarik beda dari buku lainnya, maka ada dorongan dalam hati si pembaca rasa ingin membaca.

3. Temukan sudut pandang yang berbeda

Topik tulisan bisa apa saja, tapi seorang penulis yang baik akan selalu mempunyai sudut pandang yang spesial. Dalam suatu kelas seorang guru berkata kepada murid-muridnya "anak-anak buatlah satu paragraf yang di dalamnya ada kata Hitam" apa yang ada di kepala anak-anak tersebut ? Hitam adalah warna, hitam adalah kemurungan, hitam adalah duka cita dan hitam adalah gelap dsb.

Menurut survey  95%  semua murid menjawab dengan sudut pandang yang sama, cobalah kita menggunakan sudut pandang yang berbeda, yang tidak di pikirkan oleh orang lain, contohnya "pada suatu hari tiba-tiba langit menjadi hitam, dan turunlah naga besar yang menakutkan, terbang mengelilingi bukit kendeng sambil menyemburkan api dari moncoongnya" inilah contoh sudut pandang yang berbeda.

4. Perbanyak amunisi

Amunisi yang saya maksud disini adalah, kepala kita di penuhi dengan ide-ide cemerlang dan kosa kata yang beragam. Pernah mengalami buntu pada saat menulis atau kehabisan ide ? itu di sebabkan karena kurangnya amunisi, ada beberapa cara yang bisa kita tempuh agar tidak kehabisan amunisi pada saat menulis, di antaranya :

- Perbanyak membaca

Ini sudah jelas, tidak ada satupun penulis hebat di dunia ini yang tidak gemar membaca, semuanya suka membaca. Ada banyak  manfaat yang bisa kita ambil dari membaca, dengan membaca akan menambah kosa kata yang kita ketahui, terkadang pada saat membaca akan timbul ide baru,  kita bisa mencari referensi melalui membaca, dan masih banyak lainnya. Intinya kita akan menemukan banyak hal baru dengan membaca.

- Melakukan banyak perjalanan

Benar kata orang "kurang piknik membuat pikiran jadi buntu" maka sering-seringlah kita piknik atau sekedar jalan-jalan.Tujuan utama kita memperbanyak piknik adalah selain untuk merefresh otak kita kan bertemu hal baru di sekitar kita, bertemu banyak orang dan berinteraksi.

- Bertemu dengan orang bijak

Cobalah teman-teman sesekali bertemu dengan orang bijak dan gobrol, orang bijak itu bisa orang tua kita sendiri, kakek, nenek, paman atau siapa saja. pernah suatu hari pada saat saya masih menjadi ojek online di jakarta bertemu dengan seorang penjual ketoprak, kemudian kami ngobrol santai sambil nunggu orderan, dia bercerita bahwa dulunya dia adalah orang berada, sekolah lulusan farmasi dan mempunyai apotek lumayan besar, namun dia bangkrut pasca tragedi 98 dimana krismon melanda dan efeknya apotek dia bangkrut, sertifikat dia seorang apoteker di jual kepada orang yang akan membuka apotek.

Kemudian uang hasil menjual sertifikat itu dia gunakan untuk membeli mikrolet, namun na,as dia kecelakaan dan bangkrut lagi untuk yang kedua kalinya, kini dia berjualan ketoprak keliling. Pelajaran yang bisa saya petik dari cerita orang bijak tadi adalah dia sosok orang pekerja keras pantang menyerah pada keadaan dan tidak gengsian.

5. Kata pertama adalah mudah

Bingung apa yang mau di tulis pada saat akan mulai menulis ? jangan di bikin pusing, tulis saja kata yang ada di kepala teman-teman. Apa saja bebas, bayangkan bahwa teman-teman sedang bercerita kepada seseorang tapi di tuangkan kedalam tulisan,  jika tidak kita mulai dengan kata pertama bagaimana mau jadi penulis.


6. Gaya bahasa adalah kebiasaan

 Bisa karena terbiasa, kalau ada seorang penulis pemula bertanya "kenapa yah gaya penulisan dia lembut dan indah, apakah saya bisa seperti dia" jawabannya adalah BISA asalkan kita rajin berlatih. Jangan samakan tulisan kita pemula dengan penulis seperti, Dewi lestari, Andrea hirata atau Tere liye. Jelas tulisan kita akan jauh berbeda, mereka para penulis buku best seler telah lama menulis di bandingkan kita sebagai pemula, maka dari itu kuncinya adalah rajin berlatih.

7. Latihan

Ini sudah jelas, jika hanya ada kemauan tanpa di barengi niat dan berlatih maka sia-sia. Latihan adalah kunci utamanya, jika kita malas berlatih ya sudahlah maka yang ada hanyalah cita-cita tanpa usaha.

Ada seorang anak membawa sekantong tahu mentah, kemudian membawanya kepada ayahnya dan si anak berkata "Ayah tolong masakan 10 variasi masakan yang berbeda dari tahu ini" si ayah pun bingung, dia hanya bisa menggoreng dan merebus tahu itu, hasil gorengannya pun gosong. Itu karena si ayah tidak terbiasa memasak. Kemudian si anak itu membawa sekantong tahu itu lagi kepada ibunya, dan berkata "Ibu tolong masakan 10 variasi masakan yang berbeda dari tahu ini" kemudian si ibu pergi ke dapur dan mengolah tahu tersebut menjadi, tahu goreng, tumis tahu, tahu oncom,  tahu balado, tahu goreng tepung, tahu penyet dan masakan tahu lainnya, si ibu itu berhasil memasak 10 varian jenis masakan yang berbeda. Kenapa si ibu bisa melakukan itu semua, itu di karenakan si ibu sudah terlatih, melakukan itu semua tidak sulit bagi  dia.

Belum ada Komentar untuk "Tips Menulis Novel bagi Pemula"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel