Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan serta keutamaan di dalamnya

Puasa adalah menahan diri dari segala sesuatu yang dapat membatalkan puasa seperti, menahan makan, minum , nafsu, menahan berbicara yang tidak bermanfaat dan sebagainya. Sedangkan menurut istilah yaitu menahan  diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa satu hari lamanya mulai dari terbit fajar sampai terbenamnya matahari.

Setiap muslim yang sudah memenuhi syarat dan rukun puasa maka dia di wajibkan untuk berpuasa pada bulan ramadhan, dan apabila ada seorang muslim tidak berpuasa karena sebab tertentu maka ada keringanan baginya dengan syarat dan ketentuan berlaku, yang akan di paparkan di bawah. Dengan menjalankan puasa di bulan ramadhan kita akan mendapatkan keutamaan yang tidak terdapat pada bulan lainnya, karena bulan ramadhan adalah bulan yang sangat spesial.

bulan puasa ramadhan


Puasa di bagi kedalam empat bagian.

1. Puasa wajib yaitu
2. Puasa sunat.
3. Puasa makruh.
4. Puasa haram, yaitu puasa pada hari raya idul fitri, hari raya idul adha, dan 3 hari setelah hari raya idul adha, yaitu tanggal 11, 12 dan 13.

Puasa di bulan ramadhan itu adalah merupakan salah satu dari rukun islam yang lima, di wajibkan pada tahun kedua hijriah, yaitu tahun kedua sesudah Nabi saw. hijrah ke madinah, hukumnya fardu ain bagi tiap-tiap mukallaf (balig dan berakal)


Syarat dan rukun puasa ramadhan


Syarat wajib puasa

1. Berakal (orang gila/hilang akal tidak wajib puasa)
2. Balig (umur 15 tahun ke atas) atau ada tanda yang lain. Anak-anak tidak wajib puasa, tapi jika sekedar ingin latihan tidak apa-apa.
3. Kuat berpuasa orang yang tidak kuat, misalnya karena sudah tua atau sakit, maka tidak wajib puasa.

Syarat sah puasa

1. Islam. (orang bukan islam tidak wajib puasa)
2. Mumayiz (dapat membedakan yang baik dan yang tidak baik)
3. Suci dari darah haid dan nifas. Orang yang sedang haid dan nifas tidak sah puasanya, tapi keduanya wajib mengqada (membayar) puasa yang tertinggal itu di hari yang lain.
4. Dalam waktu yang di perbolehkan puasa. Di larang puasa pada dua hari raya (idul fitri dan idul adha) dan pada tanggal 11, 12 dan 13 pada bulan haji.

Fardu (rukun) puasa

1. Niat pada malamnya, yaitu setiap malam selama bulan ramadhan. Kecuali puasa sunat , boleh berniat pada siang hari asal sebelum matahari condong ke barat.

2. Menahan diri dari segala yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar sampai tenggelamnya matahari.

Yang membatalkan puasa

- Makan dan minum.
- Muntah yang di sengaja.
- Bersetubuh di siang hari.
- Gila.
- Keluar mani dengan sengaja. 

Orang-orang yang di perbolehkan berbuka puasa pada bulan ramadhan adalah:

1. Orang yang sedang sakit

Apabila tidak kuasa berpuasa atau apabila berpuasa, maka sakitnya bertambah parah atau akan melambatkan penyembuhannya menurut keterangan orang yang ahli dalam bidang itu. Maka orag itu boleh berbuka, dan ia wajib mengqada apabila sudah sembuh, sedangkan waktunya nanti boleh sehabis bulan puasa nanti.

2. Orang yang sedang safar (perjalanan)

Orang yang sedang dalam perjalanan jauh (80,640 km) boleh berbuka, tetapi ia wajib mengqada puasa yang di tinggalkannya itu.

3. Orang tua yang sudah lemah

Orang tua yang sudah tidak kuat lagi berpuasakarena tuanya, atau memang karena lemah fisiknya, bukan karena tua. Maka ia boleh berbuka dan wajib membayar fidyah.

4. Ibu hamil dan menyusui

Kedua perempuan tersebut jika takut menjadi mudarat kepada dirinya dan anaknya, maka boleh berbuka, dan mereka wajib mengqada sebagai mana orang yang sakit.
Apabila keduanya takut akan menimbulkan mudarat kepada anaknya (takut keguguran atau kurang susu yang bisa menyebabkan si si anak kurus) maka keduanya boleh berbuka serta wajib qada dan wajib membayar fidyah. 

Sunat puasa

1. Mendahulukan berbuka apabila telah tiba waktunya.
2. Nabi selalu berbuka dengan 3 butir kurma atau sesuatu yang manis dan dengan air putih.
3. Berdo'a sebelum berbuka.
4. Makan sahur, dengan maksud agar menambah kekuatan ketika berpuasa.
5. Mengakhirkan makan sahur sampai kira-kira 15 menit sebelum fajar.
6. Memberikan makan untuk berbuka kepada orang yang berpuasa.
7. Perbanyak sedekah  selama bulan puasa ramadhan.
8. Perbanyak membaca al-qur'an.

Keutamaan puasa puasa ramadhan

1. Tanda terima kasih kepada Allah atas nikmat pemberian Nya yang tidak terbatas banyaknya.
2. Didikan kepercayaan. Seseorang yang telah sanggup menahan makan dan minum dari harta yang halal dari kepunyaannya sendiri, karena ingat perintah Allah. Sudah tentu ia tidak akan meninggalkan segala perintah Allah dan tidak berani melanggar segala larangannya.
3. Didikan rasa belas kasihan terhadap fakir miskin karena seseorang telah merasa sakit dan pedihnya perut keroncongan. Hal itu dapat mengukur kesedihan dan kesusahan orang yang sepanjang masa merasakan ngilunya perutyang kelaparan karenaketiadaan.
4. Guna menjaga kesehatan. 

Itulah syarat dan rukun puasa ramadhan yang harus kita ketahui sebagai seorang muslim, dan semoga kita mendapatkan keutamaan di dalamnya dengan pahala berlipat ganda aamiin..
Semoga kita semua bisa menjalani puasa di bulan ramadhan ini dengan penuh khusyuk dan tidak ada halangan apapun aamiin.. 

Belum ada Komentar untuk "Syarat dan Rukun Puasa Ramadhan serta keutamaan di dalamnya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel