Tips menjadi kasir profesional agar tidak minus

tips menjadi kasir yang baik dan handal indomaret alfamart
Untuk menjadi seorang kasir profesional di butuhkan tekad dan mental yang kuat, mengapa demikian ? dikarenakan menjadi seorang kasir ada banyak cobaan yang akan di alami seperti, nombok pada saat minus, di marahi konsumen, di marahi atasan, pulang tidak tepat waktu dan hal-hal lain yang tidak mengenakan.

Menjadi seorang kasir tidak melulu melayani konsumen pada saat pembayaran, ada banyak pekerjaan lain yang wajib dikerjakan seorang kasir, seperti melakukan kebersihan dan mengerjakan SO (stock opname) Tapi semua itu adalah sebagian kecil kesulitan dan sebagian besarnya adalah kebahagian, canda tawa, kekeluargaan, itulah yang saya alami. Butuh perjuangan untuk bisa menjadi seorang kasir yang profesional, di butuhkan kesabaran dan ketelitian pada saat bekerja agar tidak nombok jika terjadi minus.

Untuk kalian semua yang sedang atau akan bekerja sebagai kasir bersabarlah, cobalah untuk mencintai pekerjaanmu. Karena seorang kasir profesional selalu mencintai pekerjaan nya apapun itu resikonya, jika kalian bisa melewati satu hari saja dalam pekerjaanmu tanpa beban, enjoy, dan menyenangkan, saya yakin kedepannya akan terus seperti itu.

Maka dari itu saya akan memberikan beberapa tips menjadi kasir profesional agar tidak minus pada saat tutup shift berdasarkan pengalaman pribadi selama 4 tahun bekerja di perusahaan retail terbesar di Indonesia.

Tips menjadi kasir profesional agar tidak minus

1. Berdo'a sebelum memulai pekerjaan.

Ada sebuah ungkapan "bekerja tanpa ilmu adalah sia-sia, bekerja tanpa berdo'a adalah kesombongan"
Itu menunjukan berdo'a sebelum bekerja adalah penting, agar tuhan yang maha Esa melancarkan semua pekerjaan dari awal sampai akhir. Biasanya di mulai 15 menit sebelum jam kerja di mulai sambil breefing.


2. Berpenampilan sesuai SOP.

Setiap perusahaan mempunyai standar penampilan yang berbeda-beda. Pada umumnya jika kasirnya wanita berhijab wajib hijabnya di masukan ke dalam baju seragam. Jika kasirnya tidak berhijab wajib rambutnya di kuncir kebelakang atau biasanya digerai dengan syarat rambut harus sebahu.
Pakaian harus bersih dan rapi, wangi, tidak kebesaran dan tidak terlalu kecil. Syarat ini harus kita jalankan agar menjadi kasir yang profesional.

Untuk pria pada dasarnya tidak jauh berbeda, rambut tidak boleh melebihi daun telinga harus rapi, tidak boleh berkumis dan berjenggot, pakaian harus standar, sepatu wajib berwarna hitam selain itu tidak boleh, rapi dan wangi.

3. Mengerti dan memahami cara mengoperasikan komputer (mesin hitung)

Sekarang semua tempat perbelanjaan modern sudah menggunakan komputer sebagai alat transaksi, maka dari itu seorang kasir profesional harus bisa mengoperasikan komputer. Sebelum terjun kelapangan biasanya para calon kasir mengikuti training, manfaatkanlah masa training ini dengan baik, serap semua ilmu yang diberikan trainer agar nanti saat kita sudah mulai bekerja tidak kebingungan. Telitilah pada saat transaksi jangan sampai kurang atau lebih input barang, karena akan berakibat nombok disebabkan minus, agar tidak minus fokuslah pada saat transaksi.

4. Membersihkan dan merapikan area kasir.

Lima menit sebelum pertukaran sift dimulai, bersikhanlan area kasir dan rapikan yang sekiranya terlihat berantakan. Lap meja kasir menggunakan kanebo basah yang sudah di peras agar bersih dari debu, buang kertas-kertas yang sudah tidak terpakai yang berserakan diarea dekat kasir. Karena seorang kasir profesional selalu menjaga kebersihan di sekitarnya.

5. Sapa konsumen pada saat hendak melakukan transaksi.

Tips menjadi kasir profesional yang satu ini adalah yang paling mudah, kita hanya di suruh senyum dengan tulus pada setiap konsumen yang masuk ke toko, hal yang harus kita lakukan ketika ada konsumen masuk ke dalam toko adalah senyum kemudian sapa konsumen "selamat siang ibu/bapak, dengan Dina ada yang bisa di bantu" tunjukan pada konsumen bahwa kita seorang kasir profesional yang beratitude, bersikap ramah dan responsive. Akan ada penilaian lebih konsumen terhadap kita, bahwa kita termasuk kasir yang baik dan handal.

6. Menawarkan promosi yang sedang berlangsung.

Pada saat transaksi berlangsung cobalah tawarkan promosi yang sedang berjalan, seperti "Sekalian ibu/bapak minyak gorengnya beli 2 gratis 1" sambil kita tunjukan barangnya, biasanya ada di flooran depan kasir. Ini adalah salah satu cara untuk mendongkrak sales toko.

7. Menawarkan produk complementar.

Produk complementar adalah produk pelengkap, misalnya ada konsumen membeli mie instan sekalian kita tawari telur atau saus. Pada saat mie instan sudah di masukan dalam kantong pelastik kemudian kita bilang pada konsumen "sekalian telurnya pak/bu, atau sausnya lagi promo" terkadang konsumen lupa, karena kita tawari akhirnya ingat dan menambah belanjaannya. Itulah kecerdikan seorang kasir profesuinal, selalu memanfaatkan celah agar terjadinya penjualan.

8. Fokus pada saat melakukan transaksi.

Seorang kasir profesional tidak mengobrol dengan teman ataupun orang lain pada saat melakukan transaksi, itu adalah perbuatan tidak sopan dan tidak di senangi konsumen. Fokuslah pada satu orang yaitu konsumen di depan kita yang sedang kita layani, perlakukan dia dengan sopan dan ramah, lakukan kontak mata pada saat kita menyampaikan total belanjaan atau ketika kita menawarkan sesuatu.
Tidak fokus menyebabkan kita menjadi minus pada saat tutup sift nanti yang berakibat kita harus nombok, jangan sampai ini terjadi, sayang uang kita buang cuma-cuma.

9. Pisahkan antara food dengan non food.

Sering saya mendapati seorang kasir menyatukan antara food dengan non food dalam satu kantong plastik, padahal itu menyalahi SOP dan juga membahayakan. Seharusnya jika ada konsumen berbelanja makanan atau barang selain makanan, maka plastiknya harus kita pisah.
fatal akibatnya jika misalkan roti terkena cairan pencuci piring, bisa-bisa keracunan orang.

10. Memahami semua jenis metode pembayaran.

Untuk menjadi kasir profesional kita harus memahami dan bisa menjalankan semua jenis metode pembayaran agar tidak terjadi minus.

Ada 3 jenis metode pembayaran:

a.Tunai/Cash

b. Nontunai, ada banyak jenis pembayaran nontunai diantaranya:

- Voucher fisik/non fisik
- Credit card
- Kartu atm
- E-money
- Brizzi
- Flazz
- Rekening ponsel
- Go-pay

c. Tunai+non tunai.

Sebenarnya jarang sekali orang melakukan metode pembayaran yang satu ini, di samping ribet biasanya kasir mengatakan tidak bisa di gabung antara tunai dengan non tunai. Padahal bisa, mungkin si kasirnya malas atau memang tidak tahu caranya.
misalnya konsumen punya voucher fisik senilai 50.000 sedangkan total belanjaannya 80.000 yang 30.000 nya dia menggunakan tunai, nah pembayaran seperti ini bisa di lakukan sebenarnya, tergantung kasirnya.

11. Sabar pada saat di marahi konsumen.

Inilah cobaan terberat seorang kasir profesional, kita harus sabar dan penuh dengan pengertian.
Pada saat di marahi konsumen kita hanya bisa sabar, jangan ikut-ikutan ngegas karena akan memperkeruh suasana. Pasti ada sebabnya kenapa kita di marahi konsumen, apa karena kita lelet melayaninya, kelebihan input barang belanjaan atau kelebihan input total belanjaan di mesin Edc. Itu yang sering terjadi di lapangan, jalan keluarnya adalah meminta maaf terlebih dahulu atas kesalahan kita dan jelaskan perlahan, minta bantuan MD atau supervisor untuk membereskan masalah.


Ada banyak kasir yang stress tidak tahan dengan pekerjaan menjadi seorang kasir karena di luar ekspektasi mereka dan akhirnya mereka memilih untuk resign, itu bukanlah sebuah pilihan karena seorang kasir profesional tidak pernah menyerah. Cobalah bersabar, banyak bertanya pada senior kita yang lebih berpengalaman, jadilah orang yang haus akan ilmu gali terus sampai kita raih apa yang kita inginkan.

Cobalah untuk menyenangi pekerjaan kita meskipun itu bukan passion kita, bekerja lebih baik dari pada menjadi seorang pengangguran, yang ada penilaian orang sekitar negatif terhadap kita.

Belum ada Komentar untuk "Tips menjadi kasir profesional agar tidak minus"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel